Translate

Jumat, 16 Januari 2015

Egoisme: Kesalahan Yang Tidak Mau (Bisa) Diakui





Ide dari postingan saya kali ini berasal dari komik (hahaha.........). Walaupun kesannya simpel karena hanya sebagai bacaan hiburan namun banyak hal baik yang dapat kita ambil dari komik.

Komik yang saya bahas adalah Q.E.D vol. 41.
Komik Q.E.D adalah komik detectif, sama seperti Detektif Conan, Q Class, dan Detektif Kindaichi. Perbedaan komik Q.E.D dan komik detectif lainnya adalah komik Q.E.D fokus penjelasannya adalah berdasarkan Matematika, karena itu seringkali ada rumus Matematika dalam penjelasannya. Namun berbeda dengan Q.E.D vol. 41, pada edisi ini Q.E.D lebih menekankan pada penjelasan berdasarkan analisa psikologis.

Dalam setiap edisinya Q.E.D selalu memiliki dua cerita. Saya tidak akan membahas seluruh cerita dari Q.E.D vol. 41 namun hanya cerita kedua yang berjudul "Menggali Ingatan Kaff".

Cerita ini membuat saya merinding.....
Begitu tragisnya hidup seseorang karena tidak mau mendengar pendapat orang lain.

Alkisah pada saat musim dingin tiba di Jepang, So Toma (pemeran utama) yang merupakan seorang anak SMA jenius di Jepang yang pernah mengecap pendidikan di MIT, mendapat telepon dari Amerika dari sahabat lamanya, Lin. Sahabatnya ini meminta Toma membantu suaminya yang dipenjara karena suatu kasus.

Setibanya di Penjara Federal di Amerika, Toma mendapati bahwa suami dari Lin yaitu Kaff Darby sangat arogan, namun Toma pun dapat mengatasi masalah tersebut. Pertama-tama Toma menunjukkan foto seorang kakek tua yang kurus dan bertanya pada Kaff apakah dia mengenalinya namun Kaff tidak mengenali kakek tua tersebut. Toma pun mulai mencari cara agar Kaff ingat siapa kakek tua itu.

Perbincangan dengan Kaff pun dimulai. Kaff menjelaskan bahwa dia didakwa atas kasus percobaan pembunuhan terhadap Lin istrinya dan Froy sahabatnya, namun Kaff bersikukuh tidak bersalah. Karena ditanya Toma berkali-kali tentang ingatannya akan masa lalu, Kaff pun kesal namun menuruti permintaan Toma dengan menceritakan kisah masa lalunya sejak dia berhenti sekolah, meninggalkan ibunya, bertemu Lin, hingga bekerjasama memulai bisnis dengan Froy, cerita pun tiba di kesuksesan bisnis Kaff dan Froy. Namun uniknya bisnis ini sangat bergantung pada istrinya, Lin yang adalah seorang peramal. Kaff sangat mempercayai ramalan Lin, bahkan melakukan riset dan dijadikan buku yang sangat laris. Kaff dan Froy terjun dibisnis investasi bagi hasil, yang menghimpun dana dari para investor lalu menginvestasikan dana tersebut dibursa saham dengan menggunakan ramalan Lin untuk menentukan perusahaan mana yang nanti akan menguntungkan mereka. Pendek cerita, bisnis yang semulanya sukses ini mulai mendapat masalah sehingga harus diawasi oleh FBI.

Inilah awal kejatuhan Kaff.

Kaff tidak pernah mau mengakui semua kelemahannya.
Dia selalu menganggap dirinya benar, hingga tiba disuatu pagi dimana Kaff yang baru bangun tidur dikejutkan oleh kedatangan FBI dibawah pimpinan oleh Detektif Daran Art. Mereka menggeledah rumah Kaff dan menemukan sarung tangan, pistol, dan topeng. Kaff yang kebingungan atas penggeledahan itu pun ditahan. Melalui persidangan, Kaff dinyatakan bersalah. Kaff heran kenapa dia dinyatakan bersalah. Alasan yang dikemukakan oleh FBI adalah Kaff cemburu pada Lin dan Froy yang sedang bertemu di villa milik Froy lalu menembak mereka berdua, tapi Kaff bersikeras bahwa dia tidak pernah cemburu pada Lin dan Froy apalagi berniat untuk membunuh mereka.

Setidaknya itulah yang diceritakan Kaff..........

Namun rupanya ada kejanggalan yang Toma temukan dari cerita Kaff termasuk kesuksesan yang diklaim karena ketepatan ramalan Lin, dan inilah kebenarannya.

"Manusia tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di masa depan." Kata So Toma.

Seperti yang sudah dapat ditebak, ramalan Lin tidak 95% tepat seperti yang pernah diklaim Kaff, dan ironisnya Kaff pun sudah melihat beberapa ramalan Lin yang tidak tepat.

Tapi Kaff tidak mau mengakuinya...... 

Kaff sudah lama tak mau menerima kenyataan bahwa apa yang dia (Kaff) pikirkan adalah keliru.

Tentu saja dari semua keberuntungan itu memang ada dari hasil ramalan Lin, namun sebagian besar ramalannya tidak tepat. Oleh karena itu seharusnya uang modal yang ada semakin menipis, namun karena kharisma yang dimiliki Lin maka Kaff dan Froy tertolong. Orang-orang yang percaya pada Lin membawa banyak uang sehingga Kaff dan Froy dapat membayar deviden pada para investor lainnya sehingga banyak orang berinvestasi lagi dan berita keberuntungan tersebut tentunya menjadi berita besar. Uang yang sudah dibayarkan kemudian dibagikan lagi sebagai keuntungan padahal nilai investasinya tidak bertambah. Namun praktek tersebut adalah suatu sistem penipuan yang akan hancur dengan sendirinya jika tidak ada anggota baru.

Hal tersebut yang berusaha dihentikan oleh Detektif Daran Art, dan seorang lagi... yaitu Lin.

Rupanya Lin pernah menegur Kaff dan berusaha menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh Kaff adalah suatu penipuan, namun Kaff tetap tidak mau terima, dan tentu saja perusahaan milik Kaff bangkrut, lalu Kaff disidangkan dengan tuduhan melakukan penipuan besar-besaran.

Tapi Kaff tetap tidak bisa mengakui kesalahannya dan tetap beranggapan bahwa dia dipenjara karena dijebak oleh seseorang yang ingin membunuh Lin dan Froy.

Kaff divonis bersalah dan dihukum penjara 40 tahun untuk kasus penipuan namun divonis bebas untuk kasus percobaan pembunuhan.

Kaff yang penasaran pun mendesak Toma untuk mencari penembak sebenarnya,
namun Toma memberikan jawaban yang mengejutkan...

Penembaknya adalah Kaff sendiri....

Seperti yang telah dikatakan oleh persidangan, Kaff menduga Lin dan Froy berselingkuh, lalu Kaff pergi ke villa Froy dan menembak kedua orang itu, kemudian menyembunyikan pistol dikamarnya sendiri dan menyuruh sekretarisnya bersaksi palsu.

Tapi sebetulnya Lin dan Froy tidak berselingkuh.

Rupanya Lin meminta Froy (yang kemungkinan sudah mundur dari perusahaan Kaff, karena Froy tidak ikut dihukum) untuk membujuk Kaff agar menghentikan praktek penipuan itu.

Namun kesalah-pahaman seperti itupun tidak mau diakui oleh Kaff.

Kaff yang mendengar penjelasan Toma hanya bisa tertunduk sedih.

Rupanya apa yang dialami oleh Kaff adalah penyakit kejiwaan yang disebabkan oleh karakternya sendiri. Kaff memilih untuk tidak mengakui bahkan melupakan apa yang tidak diinginkannya.

Seperti yang dikatakan oleh So Toma pada Kaff,
"Anda sudah lama tidak mau menerima kenyataan bahwa apa yang anda pikirkan itu keliru."

Kaff tetap tidak mau menerima bahwa pemikirannya tentang ramalan Lin yang 95% tepat adalah salah.

"Anda selalu bisa menghubungkan sebuah ramalan dengan kenyataan yang ada dengan baik." Kata So Toma.

"Seandainya kita diramal akan terjadi sesuatu yang buruk, lalu dalam beberapa hari terjadi hal yang tidak menyenangkan maka kita akan menganggap ramalan itu tepat. Meskipun detail tentang sesuatu yang buruk itu tidak jelas dan kemungkinan terjadinya banyak." Kata So Toma lagi.

Kaff memang kemudian menyadari kesalahannya, berniat meminta maaf pada Lin dan Froy, dan berusaha untuk memulai dari awal lagi.

Namun dari semua hal yang pernah tak diakuinya, ada satu hal yang paling fatal yang juga ikut disangkal oleh Kaff.
Yaitu waktu..................

Dia tidak mau mengakui bahwa kejadian itu sudah berlalu bertahun-tahun lamanya...
Dia tidak menyadari bahwa Ibunya dan juga sahabatnya Froy telah meninggal......
Dia masih menganggap bahwa kejadian itu baru saja terjadi, hingga tidak menyadari bahwa rambut Lin istrinya, dan juga detektif Daran Art yang sering mengunjunginya telah memutih..

Bahkan foto dirinya sekarang yang telah tua renta yang ditunjukkan oleh So Toma pun tidak dikenalinya....
Dia menolak untuk mengakui bahwa sang waktu telah berlalu dengan sangat cepat.
Tragisnya, itu adalah permintaan terakhir Lin pada Toma karena Lin pun baru saja meninggal sebelum Kaff sempat menelepon untuk bicara padanya.

Sebuah korelasi yang tragis dari seseorang yang memilih untuk hidup egois.



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber Tulisan;
QED Vol.41, Kotohiro Katou

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INI BUKAN HIMBAUAN TAPI PERATURAN:

1.DILARANG melecehkan Suku, Agama, dan Ras tertentu.

2.DILARANG memplagiat artikel ini! Cantumkan link lengkap artikel ini dalam daftar sumber anda (jangan meng-copy 100% isi tulisan ini. Jadilah penulis yang kreatif).